Leadership

leadership

Berbanggalah wahai mahasiswa Teknik Fisika

Dengan disiplin bangun jiwa pemimpin bangsa

Lalui tantangan dunia sebagai pemuda Indonesia

Karena kami mahasiswa Teknik Fisika

 

Potongan lirik tersebut tentu sudah cukup familiar dikalangan mahasiswa Teknik Fisika dan Teknik Nuklir yang tergabung dalam Jurusan Teknik Fisika UGM. Bagian dari lirik hymne KMTF tersebut cukup mewakili kondisi di Jurusan Teknik Fisika sendiri. Bahwa di dalam gedung mungil Teknik Fisika UGM ini, penanaman kedisiplinan serta jiwa-jiwa kepemimpinan sudah dilatih sejak dini melalui berbagai sosialisasi dan beberapa kegiatan yang selalu menyelinapkan tentang pentingnya softskill khususnya leadership, bagi masa depan mahasiswa kelak.

Bicara tentang leadership, sebenarnya apa sih leadership itu ? Leadership merupakan bentukan jiwa atau sering disebut karakter dari seseorang yang mencerminkan jiwa-jiwa pemimpin. Beberapa aspek yang meliputi leadership adalah tanggung jawab, rela berkorban, disiplin, kritis serta mampu menjadi panutan bagi orang lain. Jadi, apakah leadership itu harus jadi pemimpin, ketua atau semacamnya ? Ya, nggak juga. Leadership itu merupakan karakter dan leadership itu berbeda dengan leader. Seorang yang memiliki jiwa kepemimpinan tidak harus menjadi ketua dalam suatu organisasi atau badan-badan lainnya. Karena pada dasarnya semua orang memiliki karakter tersebut hanya saja harga kualitasnya berbeda-beda tergantung pengalaman dan kebiasaan.

Karakter leadership sendiri bukanlah karakter bawaan. Leadership dapat dimiliki melalui kebiasaan, tekad, dan kemauan diri sendiri. Karakter ini tidak dapat dipelajari dalam waktu yang singkat layaknya belajar suatu mata kuliah tertentu. Namun mempelajari karakter ini membutuhkan waktu yang lama karena metode untuk mempelajarinya bukan lagi dengan metode seminar melainkan melalui pengalaman. Sehingga orang yang bersangkutan harus terjun langsung dan belajar melalui pengalaman-pengalaman yang telah mereka dapat.

Lalu, bagaimana caranya mendapat pengalaman tersebut? Banyak hal sebenarnya yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran leadership. Salah satunya adalah keikutsertaan dalam organisasi. Mengikuti organisasi dan aktif di dalamnya akan membantu seseorang dalam menganalisis kadar leadership dalam dirinya. Melalui pengalaman yang didapatkan pada suatu kegiatan, seharusnya seseorang dapat memperbaiki kualitasnya melalui metode trial and error. Begitu seterusnya sampai dia menjadi seseorang yang benar-benar berjiwa pemimpin. Pembelajaran seperti ini pun  akan terus berlangsung seumur hidup.

Di jurusan tercinta ini, sudah bukan hal baru lagi mengenai banyaknya mahasiswa-mahasiswa yang mengikuti berbagai organisasi bahkan sekarang menduduki jabatan-jabatan tertentu. Para mahasiswa di Teknik Fisika ini sadar betul akan pentingnya peran softskill dalam kehidupan mereka kelak. Mereka rela menyita waktu, tenaga dan pikiran mereka untuk aktif berkontribusi di beberapa kegiatan kampus seperti UKM, BEM, BSO dan berbagai organisasi lainnya. Namun, aktif berorganisasi tidak lantas mengesampingkan kewajiban utama mereka yaitu kuliah. Menimba ilmu tetaplah menjadi prioritas pertama dan utama mereka berada di kampus kerakyatan ini. Sebagian besar dari mereka memang sudah terbiasa membagi waktu mereka antara berorganisasi, kuliah dan bersosialisasi dengann teman-temannya. Bahkan beberapa dari mereka juga meraih beberapa prestasi di ajang perlombaan baik akademis maupun non akademis. Luar biasa bukan?

Maka dari itu, menjadi mahasiswa di universitas tercinta ini perlu disadari bahwa ilmu yang didapat nanti haruslah ilmu yang benar-benar bermanfaat dan universal. Bukan hanya mengasah hardskill saja, melainkan juga softskill yang sebenarnya jauh lebih penting dan dibutuhkan, seperti halnya leadership. Mengikuti suatu organisasi merupakan salah satu cara untuk mengasah leadership. Jangan takut dengan dogma bahwa aktif berorganisasi akan menurunkan kualitas akademik kita. Time-management yang baik adalah kunci sukses dikeduanya. Karena, orang-orang yang sukses berorganisasi adalah orang-orang yang memiliki time-management yang baik, dan cara melatihnya adalah dengan mencoba.

Jangan pernah ragu untuk mencoba sesuatu dan beroptimal didalamnya. Kepercayaan dan optimisme dalam diri sendiri adalah kekuatan dari Tuhan yang akan membawa kita menjadi manusia yang lebih baik. (Yollanda)