Akreditasi

akreditasi-rspaw1

Kata-kata yang sudah tidak asing lagi bagi kita pelajar atau mahasiswa. Pengukuhan atau pengakuan kualitas terhadap suatu instansi dan lembaga yang dalam hal ini program studi secara legal dan terbukti valid. Akreditasi ini dilakukan oleh sebuah badan resmi pemerintah yaitu BAN-PT. Tentunya ini sangat dibutuhkan suatu instansi agar kualitasnya bisa diakui di mata orang banyak atau instansi-instansi lainya. Tapi apakah akreditasi ini juga memberikan dampak bagi kehidupan internal suatu instansi tersebut ? Kehidupan internal yang kami maksud disini adalah orang-orang yang hidup didalamnya, dalam hal ini berarti mahasiswa.

Program studi Teknik Fisika, Jurusan Teknik Fisika kita tercinta ini baru-baru ini telah menjalani serangkaian proses akreditasi. Dengan segala persiapan dan usaha yang pihak jurusan lakukan, program studi ini berhasil mendapatkan akreditasi A. Artinya dengan akreditasi A ini teknik fisika telah memiliki skala internasional. Lalu apa keuntungannya ? menurut wawancara kami dengan salah satu mahasiswa Program Studi Teknik Fisika, keuntungan akan hasil baik akreditasi adalah :

  1. Mereka yang akan mendaftar menjadi PNS
  2.  Alumni yang akan mendaftar ke perusahaan, karena biasanya perusahaan melihat akreditasi dari program studi yang diambil pelamar
  3. Meningkatnya fasilitas jurusan
  4. Pemanfaatan laboratorium secara lebih maksimal

Mahasiswa tersebut juga menyampaikan harapannya bahwa dengan akreditasi A ini fasilitas laboratorium dilengkapi dan infrastrukturnya ditingkatkan. Serta, dia menyampaikan sebuah sebuah pesan “mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan”

Lain halnya dengan mahasiswa, tanggapan dari Ketua Tim Persiapan Akreditasi Program Studi Teknik Fisika yaitu Bapak Kutut Suryopratomo. Beliau menuturkan bahwa adanya euphoria tentang kenaikan akreditasi teknik fisika dari B menjadi A merupakan hal yang biasa saja dan tidak ada yang spesial. Memang mendapat akreditasi A itu merupakan konsekuensi dari proses perbaikan yang dilakukan oleh jurusan, dan mendapat A itu bukan merupakan target melainkan konsekuensi logisnya. Yang terpenting adalah proses perbaikannya itu sendiri. Untuk prodi sendiri, akreditasi A itu merupakan indikasi penting untuk calon mahasiswa baru dan orang tuanya dalam memilih. Pada umumnya akreditasi menjadi bahan pertimbangan dalam memilih prodi bagi calon mahasiswa baru. “Bagi lulusan yang akan bekerja juga penting untuk mencantumkan berasal dari prodi A/B, tapi kalau untuk studi lanjut saya kira tidak ada, itu lebih ke arah perorangannnya” tutur Pak Kutut.

Kalau untuk parameter dari pengakreditasiaanya sendiri yang lebih tahu adalah Bapak Sihana. Akreditasi C itu berarti jurusan/prodinya masih berskala lokal, B nasional dan A internasional. Persiapan akreditasi ini sendiri sudah dilakukan sejak awal 2012 lalu, pada pertengahan tahun data-data sudah diserahkan ke Badan Akreditasi Nasional. Dahulu, Program Studi Fisika Teknik sendiri belum bisa mendapat akreditasi A karena jumlah dosen S3 masih sedikit begitu pula dosen tetapnya. Jadi wajar pada saat awal berdirinya mendapat akreditasi C. Selain itu masalah akreditasi juga sedikit banyak berpengaruh pada peringkat. Dari peringkat tersebut membuat terpacu juga bagi lembaga, calon maba dan orangtuanya. Semakin baik peringkat mengindikasikan semakin baik prodi, tapi tidak selalu.

Dengan akreditasi A, skala internasional, terdapat keuntungan berupa dapat menjalin kerjasama dengan institusi luar negeri dan menjadi nilai tambah dari prodi tersebut. Selain itu, akreditasi ini juga sejalan dengan proses penjaminan mutu yang dilakukan oleh pihak universitas yang memang harus dijalankan. Jadi, yang terpenting adalah proses dan tidak menargetkan A.

Begitulah sedikit gambaran yang terjadi pada jurusan kita yang berkaitan dengan keberhasilan meraih hasil akreditasi A. Dan memang terdapat beberapa manfaat dengan didapatnya predikat A tersebut. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bertanggung jawab atas predikat yang telah disematkan terhadap kita. (Tim Advokasi)

 Menurut saya, akreditasi tidak ada korelasinya dengan itu (motivasi bagi mahasiswa -red),  Intinya tetap kembali lagi ke diri kita sendiri. Selalu berusahalah untuk menjadi yang terbaik untuk diri sendiri, sehingga bisa menjadi contoh untuk orang lain” -Ir. Kutut Suryopratomo, M.T., M.Sc.